Published On: Rab, Agu 9th, 2017

Menteri PPN : Pemindahan Ibu Kota Lebih Baik Disegerakan

Jalaon.com – Pemerintah hingga saat ini masih tetap mengkaji terkait penentuan kota yang akan menjadi ibu kota Indonesia sebagai pengganti DKI Jakarta.

Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2014-2015 Andrinof Chaniago mengatakan bahwa lebih baik rencana pemindahan ibu kota tersebut segera untuk direalisasikan demi untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Selain itu, Andrinof menjelaskan bahwa pemindahan ibu kota tersebut sebaiknya tidak ditujukan hanya untuk menghindari kemacetan dan kepadatan yang ada di Jakarta, melainkan untuk membangun sebuah kota baru yang berkelas dunia agar Indonesia tidak minder untuk menjadi negara bersaing.

Kepala Bappenas ini menilai bahwa pemilihan lokasi untuk ibu kota baru sebaiknya memilih kota yang benar – benar belum terbangun, dengan begitu pemerintah lebih mudah untuk membuat kota baru yang lebih maju dan berkembang.

“Tapi kota kelas dunia tidak bisa kita bangun di Ibukota yang sudah ada, terlebih kota peninggalan kolonial. Kita harus bangun kota baru, kota publik, kawasan baru dengan kehidupan baru. Ini kesempatan bagi Indonesia menunjukkan pada dunia bahwa kita bisa membangun satu kota yang berkelas internasional, dan ini menjadi tantangan bagi ahli perencanaan di Indonesia,” kata Andrinof di acara dialog dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) DKI Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Andrinof menilai pulau Kalimantan memang lokasi pemilihan yang tepat dibandingkan dengan Pulau Jawa yang sudah kian padat dan semrawut yang dapat berpotensi untuk merugikan masyarakat.

“Konsekuensi daerah-daerah di Jawa rentan dan rawan secara sosial. Bahkan kerugian akibat kemacetan yang harus ditanggung masyarakat terutama kelas menengah bawah bisa mencapai Rp 40 triliun lebih per tahun. Ini masalah yang harus diperhatikan,” jelasnya.