Nasib Peternak Lokal Terancam Dengan Adanya Daging Impor dari India Seharga Rp 65.000/Kg

Jalaon.com – Kabarnya Perum Bulog akan mulai mengimpor daging kerbau beku dari India yang akan dijual di Indonesia dengan harga Rp. 65.000/kg. Untuk tahap awal Perum Bulog akan impor daging kerbau ini sebanyak 9.500 ton

Namun menurut Sekjen Perhimpunan Peternakan Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI), Rochadi Tawaf, kalau Perum Bulog mengimpor daging kerbau dari India, maka ini akan berdampak buruk bagi peternak lokal.

“Kerugian yang pertama itu adalah risiko penyebaran PMK (penyakit mulut dan kuku). Dan yag kedua harga sapi di peternak akan merosot” kata Rochadi.

Rochadi menambahkan bahwa harga daging kerbau dari India murah karena daging kerbau di India belum bebas PMK.

Rochadi menyarankan, walaupun memang mengharuskan impor, setidaknya 70% kebutuhan konsumsi daging sapi masih tetap dipenuhi dari peternak sapi lokal. Jika tidak, maka ini akan menyebabkan kerugian besar bagi para peternak sapi lokal.

Kabarnya daging kerbau impor tersebut hanya untuk wilayah Jabodetabek, namun Rochadi mengatakan bahwa tidak ada yang bisa menjamin daging tersebut hanya dijual di Jabodetabek saja, sebaliknya daging tersebut pasti menyebar ke seluruh daerah lantaran harganya yang murah.

“Daging kerbau impor itu kabarnya hanya untuk Jabodetabek, kemudian ada juga Pemda yang menolak daging kerbau impor dari India. Tapi siapa yang bisa menjamin? Kalau daging diangkut pakai mobil kecil kan tidak ada yang tahu, namanya pedagang, jika ada daging murah saya jamin pasti nyebar kemana-mana itu,” tegas Rochadi.

Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Joni Liano pun sependapat dengan Rochadi, kalau kebijakan impor daging kerbau ini diberlakukan, secara otomatis harga sapi peternak lokal akan mengalami kemerosotan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here