Nur Wahid Menilai Kedatangan Raja Salman Memberikan Bukti Bahwa Islam Tidak Anti Demokrasi

d

Jalaon.com – Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud pada 1 Maret 2017 kemarin memberikan bukti bahwa selama ini masyrakat keliru dalam menilai islam adalah sekelompok yang antidemokrasi, radikalisme dan intoleran.

Hal ini juga diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam acara konsolidasi nasional Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Jakarta, Jumat 3 Maret 2017.

“Dengan kedatangan Raja Salman ke parlemen membantah semua tuduhan Islam antidemokrasi itu,” jelas Nur Wahid.

Sementara itu, Nur Wahid menceritakan pengalamannya saat ia berkunjung ke China dan memberikan sebuah masukan yang cukup baik kepada pemerintah China terkait soal tindakan radikalisme.

Waktu itu pemerintah China melarang anak – anak muda untuk pergi ke Masjid karena untuk menghindari radikalisme. Namun, Nur Wahid menilai bahwa kebijakan tersebut sangatlah kurang tepat, karena menurutnya dengan anak – anak muda pergi ke Masjid, mereka lebih dapat berkembang dan berkreasi. Hal ini karena anak – anak menjadi memiliki sebuah kesempatan untuk memaksimalkan potensi masing – masing.

“Di masjid itulah anak-anak muda justru bisa berkreasi, di masjid justru anak-anak muda bisa bersosialisasi menemukan realita. Bila masjid ditutup, maka anak-anak muda akan mencari jalan yang tertutup pula, sehingga malah menumbuhkan radikalisme,” ucap Nur Wahid.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here