Published On: Rab, Sep 14th, 2016

Pemerintah dan Mendag Telah Sepakati Harga Batas Komoditas Pangan

sdsdsdsxa

Jalaon.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, telah menyampaikan bahwa saat ini pemerintah telah menyepakati harga batas atas dan harga batas bawah sejumlah komoditas pangan.

“Hari ini sudah disepakati oleh pemerintah. Semua saya sesuaikan dengan surat dari Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution,” kata Enggar, Selasa (13/9). Enggar berharap bahwa paling tidak selambat – lambatnya besok sudah keluar Permendag.

Enggar mengungkapkan, batas harga minimum (floor price) akan diberlakukan pemerintah melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) ketika membeli sejumlah komoditas pangan dari petani. Sedangkan batas harga maksimal (ceiling price) dipatok pemerintah atas bahan baku pangan yang dijual pedagang ke masyarakat.

“Berapa pun hasil panen (dari petani), dibeli dengan harga minimum, ini supaya petani tidak tertekan (untuk menjual hasil panen) pada saat panen berlebih. Pemerintah melalui Bulog akan membelinya dan ini jaminan bagi petani untuk berproduksi lagi,” ungkap Enggar di kantornya.

Ia juga menjelaskan bahwa batas harga maksimal dan batas harga minimum nantinya akan terus dievaluasi setiap empat bulan sekali.

“Misalnya saja beras, harga batas bawah Rp7.300 per liter dan harga batas atas Rp9.500 per liter. Nah, itu nanti setiap empat bulan akan dilakukan dievaluasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan menjelaskan mekanisme penetapan harga jual nantinya akan diberlakukan terhadap 14 komoditas pangan, yakni beras, kedelai, tempe, cabai, bawang merah, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam, serta ikan segar, seperti ikan bandeng, ikan kembung, dan ikan tongkol/tuna/cakalang.

Berkaitan dengan wacana tersebut, Dirut Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Djarot Kusumayakti meyakini kalau kebijakan ini siap diimplementasikan dengan baik karena penetapan harga batas atas dan bawah bisa menjadi acuan harga komoditas pangan yang dikatrol oleh Bulog.

“Itu untuk acuan. Harga batas atas dan bawah ini akan membantu operasional Bulog nanti,” ujar Djarot Kusumayakti.