Published On: Sen, Sep 19th, 2016

Pemerintah Diminta Pengusaha untuk Turunkan Tarif PPh

dfaedfed

Jalaon.com – Memasuki bulan terakhir dari periode pertama pengampunan pajak, uang tebusan mengalir deras. Mengutip dashboard Amnesti Pajak yang termuat di laman Direktorat Jenderal Pajak, nilai uang tebusan terkini mencapai Rp 7,19 triliun, atau setara dengan 4,4% dari target penerimaan. Angka itu juga naik dua kali lipat dibandingkan dengan uang tebusan yang masuk hingga Agustus kemarin, yaitu Rp 3,12 triliun.

Mengenai program tax amnesty ini juga banyak mendapat respon dari para pengusaha, salah satunya yaitu pengusaha Murdaya Poo, ia berharap pemerintah tidak hanya gencar mendorong para pengusaha untuk ikut program pengampunan pajak. Pemerintah juga diminta untuk segera memutuskan kebijakan lanjutan setelah program ini berakhir.

Salah satunya yaitu dengan menurunkan tarif pajak pertambahan nilai dan pajak penghasilan (PPh), khususnya PPh badan. Menurut dia, hal ini penting agar dana para pengusaha yang masuk ke Indonesia dari tax amnesty tidak kembali lagi ke luar negeri.

‎”Kalau tax amnesty ini tidak dibarengin dengan penurunan tarif pajak PPh, maka akan gagal lagi seperti yang sebelumnya. Nanti dananya balik lagi ke tax haven, ke Cayman Island,” ‎ujar Poo di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (19/9/2016).

Poo juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia perlu mencontoh negeri singa (Singapura) yang hanya mengenakan tarif pajak PPh sebesar 17 persen. Sementara di Indonesia masih tetap 25 persen.

Menurut Poo, jika tarif pajak di Indonesia diturunkan, maka akan menarik bagi para pengusaha untuk investasi di negeri sendiri.

Tidak hanya disuruh memulangkan hartanya ke Indonesia, namun Poo juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan kepastian hukum bagi para pengusaha yang sudah bersedia mengembalikan hartanya ke Indonesia (program tax amnesty). Sehingga tidak akan dikembalikan lagi ke luar negeri.