Pemerintah Kaji UU Baru untuk Pedagang yang Berani Memainkan Harga Pangan

Jalaon.com – Momen saat bulan Ramadhan dan lebaran seringkali dimanfaatkan oleh para pedagang pangan untuk bisa memainkan harga, sehingga harga pangan bisa mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Mengenai hal ini, pemerintah akan segera membuat kebijakan berupa undang – undang (UU) baru terhadap para pedagang pangan yang berani memainkan harga pangan, namun peraturan ini masih dalam tahap pengkajian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa adanya intervensi dari pemerintah terkait penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak membuat para pedagang berhenti untuk memainkan harga dikarenakan pemerintah tidak memiliki kontrol terhadap hal ini.

Menurut Darmin, dengan adanya UU baru tentang permainan harga, maka para pedagang pangan akan berpikir dua kali untuk nekat memainkan harga pangan, karena hukumannya bisa dipidana.

“Memang kita sudah puluhan tahun pola pikirnya tidak seperti itu (penentuan harga yang sama), di mana pedagang itu hidup dari perbedaan-perbedaan harga. Orang di kita itu Lebaran harga mesti naik, kan itu di otak orang begitu. Puasa mesti naik,” kata Darmin di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

“Padahal kalau ada UU seperti itu, mengubah harga bisa pidana urusannya. Karena sudah begitu lama kita pola pikirnya pedagang boleh memainkan harga, maka mungkin perlu. Padahal di negara lain, naikkan¬†harga tidak¬†jelas urusannya bisa pidana,” sambungnya.

Sementara itu, Darmin mengaku bahwa tidak mudah dalam menerapkan peraturan baru tersebut dikarenakan perlu waktu yang cukup panjang untuk menyesuaikan kebijakan pemerintah dan kebiasaan para pedagang pangan.

Walapu begitu, pemerintah akan tetap berupaya untuk memberikan kontrol terhadap harga dari pelaku usaha untuk bisa tetap menerapkan mekanisme harga yang sesuai dengan kebijakan pemerintah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here