Published On: Ming, Mar 26th, 2017

Pemerintah Lebih Baik Menuntut Taksi Online dan Konvensional Saling Berkolaborasi

d

Jalaon.com – Sehubungan dengan polemik yang terjadi antara perusahaan transportasi konvensional dan transportasi online, maka pemerintah dikabarkan akan merevisi peraturan Menhub mengenai Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek dan juga batas tarif.

Sementara itu, Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan menilai bahwa seharusnya perubahan kebijakan tersebut tidak perlu dilakukan dan lebih baik dijalankan sebagaimana yang terjadi saat ini. “Harusnya jalankan saja seperti yang ada saat ini,” kata Azas, Minggu (16/3/2017).

Azas menilai bahwa pengaturan ulang batas tarif atas dan bawah serta pembatasan kuota hanya akan menjadi pemicu menurunnya kualitas pelayaan transportasi, baik itu online atau konvensional.

Azas berharap pemerintah lebih dapat membuat keputusan dan kebijakan yang lebih relevan, seperti menuntut transportasi konvensional dan online agar saling berkolaborasi, dengan begitu semua pihak yang terkait akan saling diuntungkan, termasuk juga penumpang.

“Pendapatan pengemudi transportasi konvensional yang berkolaborasi dengan aplikasi online justru meningkat,” jelas Azas Tigor.

Azas Tigor memberikan contoh kerjasama antara transportasi konvensional dan online yang baik, yaitu seperti Go-Jek dan Bluebird yang saat ini sudah bekerjasama untuk pelayanan taksi, yaitu Go-Car. Selain itu, ada Uber yang telah bekerjasama dengan Taksi Express.