Pemerintah Pastikan Tahun Depan Stop Impor Jagung

Jalaon.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kemungkinan tahun 2018 mendatang pemerintah sudah tidak akan melakukan impor jagung, pasalnya produksi jagung di Indonesia sudah mulai membaik secara bertahap.

Sebelumnya, pemerintah di tahun 2015 mengimpor jagung sebanyak 3,6 juta ton, sementara di tahun 2016 impor menurun menjadi 900 ribu ton, pemerintah menilai bahwa penurunan angka impor sebesar 66 persen ini cukup memuaskan, sehingga dapat diprediksi produksi jagung akan mulai surplus di tahun 2018.

“Dengan peningkatan produksi, maka pemerintah meyakini produksi jagung Indonesia sudah bisa surplus segera mungkin atau di 2018,” kata Andi Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (13/6/2017).

Selain itu, pemerintah meminta kepada  asosiasi Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) agar menggunakan jagung petani lokal untuk memenuhi kebutuhan dasar produksi pabriknya, dengan begitu akan dapat membantu kesejahteraan petani lokal.

“Dengan penyerapan jagung lokal, maka petani semakin bergairah bertanam jagung sehingga produksi bisa memenuhi bahkan melebih kebutuhan konsumsi dan pabrikan yang sekitar 1,7 juta ton per bulan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memajukan swasembada jagung nasional pemerintah berharap produksi jagung bisa segera surplus dengan tujuan lain yaitu untuk menekan angka impor gandum yang bisa di substitusi dengan jagung petani lokal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here