Penjelasan Pemerintah Mengenai Cangkul Impor

dfdfds

Jalaon.com – Kementerian Perdagangan Dody Edward mengatakan, pihaknya memberikan izin kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia untuk mengimpor kepala cangkul pada Juni 2016.

Dody menjelaskan bahwa izin impor tersebut berakhir pada bulan Desember 2016 nanti. PT PPI mengajukan izin impor kepala cangkul sebanyak 1,5 juta unit. Namun realisasi impornya hanya sebanyak 86.190 unit cangkul saja.

Sementara itu, dikatakan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, dirinya mengakui jika impor dilakukan pemerintah karena pada saat itu permintaan akan cangkul sangat tinggi. Peningkatan tersebut memaksa pemerintah untuk melakukan impor namun dalam jumlah yang kecil.

“Memang ada impor (cangkul), tapi jumlahnya kecil. Kemarin itu impor hanya 86.000 saja, sedangkan kebutuhannya 10 juta,” jelasnya di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (31/10).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah saat ini sudah mempersiapkan skema penugasan kepada tiga badan usaha milik negara (BUMN) dalam memenuhi kebutuhan cangkul dalam negeri. Tiga BUMN tersebut adalah PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra (BBI), dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Airlangga juga menegaskan jika pemerintah tidak akan melakukan impor cangkul lagi. Sebab, beberapa industri BUMN tersebut telah setuju untuk memproduksinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here