Published On: Kam, Sep 22nd, 2016

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Picu Peningkatan Kredit Macet

bfdgthed

Jalaon.com – Pertumbuhan kredit perbankan masih lemah. Lemahnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh melambatnya perekonomian global.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan NPL perbankan disebabkan oleh ekonomi global yang mengalami perlambatan.

“Kredit belum optimal dan NPL masih tinggi. Memang BI sangat memperhatikan kondisi ekonomi global yang secara umum kita lihat ekonomi global masih belum recover,” kata dia di Kantor Pusat BI Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Agus menerangkan, perlambatan ekonomi global berpengaruh besar terhadap permintaan kredit terutama dari valuta asing.

“Yang nanti perlu didalami pertumbuhan kredit yang lemah. Permintaan kredit dalam rupiah cukup, tapi outstanding pinjaman dalam valuta asing turun tajam. Karena pinjaman valas turun, pertumbuhan kredit gabungan kelihatan terbatas,” jelas Agus.

Menurut Agus, kebijakan moneter yang digulirkan BI sebenarnya telah berpengaruh terhadap penurunan suku bunga. Dia mengatakan, suku bunga deposito telah turun 100 basis poin. Namun, suku bunga kredit masih terbatas yakni 52 basis poin.

Agus menambahkan, kalau dia memperkirakan perlambatan ekonomi global masih akan terus berlanjut, sehingga kualitas kredit masih akan terus melemah.

“Pada bulan September sebetulnya kami koreksi pertumbuhan ekonomi dunia menjadi 3,0 persen. Kami khawatir kalau Amerika Serikat (AS) tidak bergerak, bisa turun lagi jadi 2,9 persen. Selain pertumbuhan ekonomi AS yang lemah, pertumbuhan Tiongkok yang di tahun ini 6,5 persen, tahun depan bisa turun 6,2 persen,” ucap Agus.