Published On: Sen, Jul 10th, 2017

Pertunjukan di Acara HUT Bhayangkara Memiliki Makna Tersendiri

Jalaon.com – Dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara, sejumlah petugas keamanan negara dan juga elemen masyarakat bersatu padu untuk meramaikan dan saling berunjuk kebolehan.

Acara tersebut dimulai dengan pembukaan atraksi dari para Polwan yang mengendarai Motor Gede (Moge), para Polwan saling berunjuk kepiawaiannya dalam mengendarai Moge, bahkan ada salah satu Polwan yang menunjukkan atraksi dengan berdiri diatas Moge yang sedang melaju kencang.

Atraksi Moge yang dilakukan Polwan tersebut rupanya memiliki makna tersendiri, yaitu bahwa tidak ada perbedaan antara Polwan dan Polisi laki – laki karena mereka sama – sama memiliki kemampuan.

“Polwan menggunakan sepeda motor ini maknanya bahwa di Polri tidak ada permasalahan kesetaraan gender. Mereka memiliki kemampuan yang sama”, kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Setelah itu, ada pertunjukan dari elemen masyarakat berupa tarian tradisional khas Nusantara, para penari menunjukkan tarian yang cukup berbeda, pasalnya mereka telah menggabungkan beberapa tarian khas daerah dalam satu pertunjukan tari.

Begitu juga tarian tersebut memiliki sebuah makna yang diartikan pelambangan Bhineka Tunggal Ika, karena telah menggabungkan beberapa jenis tarian khas daerah didalam satu tarian.

“Kemudian tari kolosal dimaknai mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika. Karena tarian dari seluruh Tanah Air ini diramu,” ucap Setyo.