Published On: Sel, Okt 11th, 2016

Perusahaan ini Mewajibkan Karyawati Cium Bos Setiap Pagi

Jalaon.com – Banyak cara yang dilakukan perusahaan untuk mendekatkan diri terhadap pegawainya. Memang bukan hal yang mudah untuk menjalin kedekatan tersebut. Cara yang sering dilakukan biasanya adalah dengan membuat gathering atau melakukan aktifitas bersama yang menyenangkan. Namun yang terjadi di sebuah perusahaan di China ini sangat berbeda dan membuat banyak orang tercengang.

Perusahaan peralatan pembuat bir di distrik Tongzhou, China menerapkan aturan aneh untuk karyawatinya. Perusahaan ini mewajibkan setiap karyawatinya untuk melakukan ritual dengan Sang Bos yaitu mencium bibir Bos di antara pukul 09.00 – 09.30 waktu setempat. Para pegawai perempuan harus berbaris dan mencium bibir sang Bos secara bergantian.

Sebuah foto memperlihatkan karyawati sedang mencium bosnya

Sebuah foto memperlihatkan karyawati sedang mencium bosnya

Ritual ini sempat membuat geger kala serangkaian foto yang menunjukkan pegawai wanita sedang berbaris mencium sang Bos mendadak tersebar dan jadi viral di Weibo sejak Jumat (7/10) pekan lalu, seperti dilansir Asiantown.

Dalam foto-foto yang beredar, terlihat seorang bos berdiri di depan para pegawai perempuan yang mengantri untuk mengecup bibirnya. Para pegawai perempuan itu tak terlihat canggung dan mereka malah tampak saling tertawa menikmati ritual pagi aneh ini. Tak heran kalau akhirnya netizens bertanya-tanya sendiri kenapa para karyawati itu bersedia bekerja di perusahaan yang punya kebijakan menjijikkan itu.

Seperti dilansir Sohu, ternyata para karyawati tersebut awalnya enggan melakukan ritual pagi itu, namun akhirnya mereka melakukan itu karena terpaksa. Hanya dua karyawati yang menolak mencium bosnya dan memilih keluar dari perusahaan. Anehnya karena sudah menjadi kebiasaan, beberapa karyawati justru akan merasakan kehilangan dan mencari sang Bos jika bosnya tidak hadir saat ritual ciuman pagi hari.

Sang Bos sedang mencium karyawatinya

Sang Bos sedang mencium karyawatinya

Sang Bos yang dikonfirmasi menyatakan ide ritual itu ia dapatkan saat berkunjung ke sebuah perusahaan di Amerika Serikat dan mencoba mengaplikasikan idenya di perusahaannya saat ini.