Published On: Sel, Des 20th, 2016

Perusahaan Teknologi Tolak Permintaan Donald Trump untuk Serahkan Database Muslim AS

adfda

Jalaon.com – Perusahaan-perusahaan besar teknologi seperti Facebook, Apple, Google, IBM, Uber, dan Microsoft menolak memenuhi permintaan Donald Trump untuk menyerahkan data guna membantu pemerintah AS membangun pangkalan data (database) Muslim Amerika. Hal itu terungkap dari laporan BuzzFeed, sebagaimana dikutip dari Recode, Selasa (20/12/2016).

Perusahaan – perusahaan teknologi diatas mengikuti langkah Twitter yang merupakan perusahaan teknologi pertama yang menolak untuk memenuhi permintaan Trump tersebut.

Trump telah menjelaskan bahwa database yang diberikan tersebut akan digunakan secara khusus untuk mendata masyarakat yang beragama Islam di Amerika seperti yang dilansir oelh The Intercept beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, lebih dari 600 pegawai perusahaan teknologi, termasuk dari Google dan Twitter, menandatangani sumpah yang mengatakan bahwa mereka tidak akan membantu pemerintahan Donald Trump membuat registry atau pusat database khusus Muslim.

Mereka berjanji meminimalkan pengumpulan atau penyimpanan data yang mungkin dapat digunakan untuk mendiskriminasi seseorang berdasarkan keyakinan agama mereka dan akan menentang segala penyalahgunaan yang dilakukan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Kami memilih untuk berdiri besama Muslim Amerika, imigran dan semua orang yang kehidupan dan mata pencahariannya terancam oleh kebijakan pengumpulan data yang diusulkan pemerintahan yang baru,” kata surat terbuka yang diunggah di neveragain.tech.