Published On: Ming, Des 4th, 2016

Petani Tak Selalu Untung Jika Harga Cabai Terus Naik

gbgt

Jalaon.com – Semenjak beberapa minggu terakhir ini harga cabai semua jenis mengalami kenaikan harga. Akan tetapi hal tersebut juga ta berarti membuat petani untung, justru ada kemungkinan menyebabkan gagal panen.

“Harga mahal jangan dikira petani untung, misalnya ada 1.000 petani. Lantas harga mahal jangan dikira 1.000 untung semua, paling untung 100-150 petani yang 850 petani itu collapse hancur tanamnya,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Agrobisnis Cabai Indonesia (AACI) Abdul Hamid saat didatangi, Jakarta, Minggu (4/12/2016).

Selain itu, Abdul juga mengatakan bahwa ia memahami betul kalau petani juga sudah berusaha dengan sebaik mungkin untuk mempertahankan tanaman cabainya, terlebih lagi jika terjadi cuaca buruk.

Abdul juga memberikan imbauan kepada pemerintah agar berhati – hati dalam mengintervensi pasar, terlebih lagi jika melakukan impor cabai. Menurutnya, pemerintah agar lebih jeli dan fokus melihat kondisi di lapangan.

“Kalau impor sudah collapse 850 petani kan jadi tinggal 150 petani. Nah yang sisa itu mati-matian mempetahankan tanamannya. Biayanya mahal, tenaga kerja, angkutannya mahal. Dikasih impor harga murah, saya lihatnya tidak bijak juga,” ungkap Abdul.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan bahwa ia siap akan melakukan impor cabai jika harga cabai lokal terus bergerak naik.

Menurutnya, kualitas impor cabai yang layak adalah berasal dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia. Menurut Darmin, impor pun harus melihat kondisi di negara tersebut.