Published On: Jum, Apr 28th, 2017

Polsek Penjaringan Tindak Lanjuti Kasus Aksi Pemerasan Kalijodo

d

Jalaon.com – Aksi pemerasan dan premanisme kembali terjadi di tempat wisata Kalijodo. Beberapa waktu yang lalu tepatnya saat ada bazar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, para pengunjung mengeluhkan biaya parkir yang berlipat – lipat serta aksi premanisme dan pemerasan kepada setiap pemilik tenda bazar.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Bismo Teguh saat ini mengaku tengah menyelidiki kasus tersebut dan sudah melakukan pemeriksaan kepada tiga saksi atas terjadinya aksi pemerasan dan premanisme.

“Kita sudah mintai keterangan dari tiga saksi korban, masih kita dalami terus. Ketiga saksi itu dari selaku orang yang menyewa lapak kegiatan bazar,” ucap Bismo di Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/4/2017).

Dalam pemeriksaan tersebut, saksi mengatakan bahwa setiap tenda bazar yang berdiri diminta uang kebersihan sebesar Rp 10 ribu setiap harinya, sementara tidak pernah ada peraturan dari pemerintah setempat untuk menyetor uang kebersihan.

“Saksi dimintai Rp 10 ribu, kalau enggak dikasih marah. Itu ada pihak tertentu yang minta uang lebih. Di sana itu ada 70 tenda bazar, ya dikali aja bisa Rp 700 ribu sehari. Ini ada tindak pemerasan. Ini sekaligus juga kita untuk tindaklanjuti soal aksi premanisme di sana,” kata Bismo.

Untuk menghindari aksi pemerasan dan premanisme, Polsek Metro Penjaringan telah mengerahkan puluhan personel untuk menjaga taman Kalijodo selama bazar diselenggarakan.

“Sekarang dijaga total personel gabungan ada 20, dari kita ada 10 personel. Itu kan rencananya bazar 12 hari ke depan, masih. Kedapatan ada pemerasan di sana diancam Pasal 368,” jelasnya.