Published On: Sab, Okt 8th, 2016

Raihan Al – Biruni, Astronom Muslim yang Mengatakan Bahwa Bumi Itu Bulat

y6ury454

Jalaon.com – Semenjak kita duduk dibangku SD, kita sudah mendapatkan pelajaran mengenai astronom yang mengatakan bahwa bumi itu bulat. Sudah tahukah anda siapa pencetus pertama kali yang mengatakan dan meneliti bahwa bumi itu berbentuk bulat?

Abu Raihan Al-Biruni atau dikenal dengan Al Biruni lahir pada 5 September 973 dan meninggal 13 Desember 1048. Ilmuwan muslim ini ahli dalam beragam ilmu pengetahuan, seperti matematika, fisika, sejarah, farmasi, obat-obatan dan lain-lain.

Pada masa kanak – kanak, Al Biruni sudah hafal Al Qur’an sebelum baligh. Tentu saja beliau juga belajar ilmu fiqih dasar dan mempelajarinya dengan serius sehingga pada saat berusia baligh beliau sudah mengenal semua syariat Islam yang wajib diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Beliau lalu menekuni berbagai cabang ilmu sesuai minatnya.

Al – Biruni telah banyak memberikan sumbangsih kepada dunia atas pengetahuan dan keilmuannya. Salah satunya adalah ia menemukan hasil penelitian bahwa bumi itu berbentuk bulat, berputar pada porosnya sehari satu kali dan beredar mengelilingi Matahari satu tahun sekali.

Ini hal yang bertentangan dengan pendapat umum pada saat itu, namun diyakini Al Biruni paling dekat dengan data-data empiris. Ia juga disebut telah berjasa menuliskan risalah tentang planisphere danarmillary sphere (bola dunia).

wdeqdq

Sebenarnya, peradaban Islam tercatat lebih awal menguasai ilmu Bumi dibandingkan masyarakat Barat. Ketika Eropa terkungkung dalam ‘kegelapan’ dan masih meyakini bahwa Bumi itu datar di abad pertengahan, para sarjana Muslim telah membuktikan bahwa Bumi bulat seperti bola.

Seperti yang dilansir Website infoastronomy, melaporkan bahwa pada usia 17, Al Biruni sudah menghitung posisi lintang bujur dari Kath, Khwarizm dengan metode tinggi Matahari. Al Biruni memecahkan persamaan geodesi kompleks untuk menghitung jari-jari Bumi.

Pada usia 22 tahun, Al Biruni sudah menulis sejumlah karya ilmiah, termasuk tentang proyeksi peta, penggunaan sistem koordinat 3D–Cartesian (waktu itu tentu saja belum disebut Cartesian) dan transformasinya ke sistem koordinat polar.

Selain itu, Al – Biruni juga membuat sebuah instrumen berupa alat yang berfungsi untuk menentukan arah kiblat untuk sholat. Al – Biruni sangat meyakini kebenaran apa yang ditelitinya mengenai bumi.