Rekening Rp 25 Juta Syarat Pembuatan Paspor, Begini Penjelasan Imigrasi

00153915

Jalaon.com – Belakangan masyarakat ramai membahas tentang syarat baru pembuatan paspor. Kabarnya ada deposit Rp 25 juta saat pemohon mengajukan pembuatan paspor.

Hal tersebut  langsung menuai beragam kontroversi. Menanggapi polemik yang terjadi Direktorat Imigrasi Kemenkumham akhirnya memberi penjelasan.

Dikutip wowkeren Menurutnya hal tersebut tidak berlaku untuk semua pemohon. Kabag Humas dan Umum Dirjen Imigrasi Kemenkumham Agung Sampurno mengatakan jika hal tersebut hanyalah aturan internal.

“Kebijakan meminta tambahan informasi berupa rekening koran Rp 25 juta itu tidak ditujukan kepada semua pemohon,” ujar Agung. “Itu sesuai dengan surat edaran Dirjen yang dikeluarkan 24 Februari 2017. Tapi di situ tidak akan ada Rp 25 juta itu, itu hanya aturan internal, bukan bagian dari persyaratan, persyaratan tetap sama.”

Lebih lanjut, Agung menjelaskan jika pemohon akan dikenai syarat tambahan berupa rekening koran Rp 25 juta jika tak memiliki data valid atau dianggap meragukan saat di wawancara oleh petugas.

“Pada saat wawancara ketika petugas menemukan indikasi kuat bahwa pemohon ini ada potensi akan menjadi nonprosedural, petugas wajib mendalami,” jelasnya. “Contohnya tidak memberikan dokumen yang valid dan sah atau meragukan. Sehingga kalau itu terjadi, petugas bisa melakukan wawancara lebih jauh, termasuk data kependudukan dan data finansial dia.”

Menurutnya hal ini dilakukan semata-mata untuk melindungi WNI yang akan berpergian ke luar negeri. Terutama untuk mencegah TKI non prosedural.

“Fakatnya sampai bulan Maret ini saja, Selasa dan Rabu kemarin ada 900 TKI nonprosedural yang dipulangkan. Kalau dihitung dari Januari sampai Maret, sudah ada 2.000 lebih yang bermasalah. Karena data dan faktanya sudah sedemikian rupa, sehingga harus ada kebijakan dari negara,” imbuh Agung. “Jangan melihat Rp 25 juta sebagai persyaratan wajib, masyarakat yang akan membuat paspor datang saja dan berikan data yang benar. Ini semata-mata sebagai upaya keamanan dan perlindungan bagi WNI yang akan ke luar negeri.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here