Published On: Ming, Apr 2nd, 2017

Rugikan Citilink Dan E-Commerce Lain, Hacker Ini Pernah Bobol Situs Bakrie

untitled

Jalaon.com – Setelah diringkus polisi karena membobol situs jual beli tiket online tiket.com dan mendapat keuntungan Rp 4,1 miliar, remaja 19 tahun remaja bernama Haikal diketahui juga pernah membobol situs-situs lain. Dilansir Tribunnews, remaja yang cukup dikenal di dunia hacker Indonesia karena kerap memamerkan hasil retasannya di grup Facebook ini juga pernah meretas sistem tiket maskapai penerbangan Garuda Indonesia, serta situs pengusaha milik Aburizal Bakrie yang tampilannya ia ubah dengan gambar anak-anak. Diketahui juga jika dia mendapatkan ilmu dari Google alias otodidak saja.

Di dunia hacker sendiri  remaja yang cenderung diam ini dikenal dengan nama Sultan Haikal. Ia bahkan memiliki grup hacker di Facebook bernama “Gantengers Crew”. Haikal sering melakukan hacking terutama dengan teknik deface, yaitu dengan mengganti tampilan gambar suatu situs dengan gambar-gambar tertentu. Terhitung sejak 2016 ia sudah meretas lebih dari 1.500 situs.

Sebelumnya diberitakan bahwa sekitar pukul 11.40 WIB, petugas dari satuan Subdit I Direktorat VI Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, mendatangi Perumahan Pesona Gintung Residence, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/3/2017). Kedatangan empat anggota kepolisian ini adalah untuk menangkap Haikal alias SH. Remaja 19 tahun, dalang pembobol situs jual beli tiket online, tiket.com. Pihak keamanan tempat Haikal tinggal, Rusdi, yang turut berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menangkap Haikal, menggambarkan sosok Haikal yang menurutnya mengejutkan bisa melakukan kejahatan sebesar itu.

“Bocahnya mah klamar-klemer kalau diliatin. Saya tidak menyangka dia bisa begitu,” ujar Rusdi. Rusdi mengatakan Haikal jarang berinteraksi dengannya. Menurut sepengetahuan Rusdi, Haikal bekerja di daerah Taman Mini. Namun dirinya tidak mengetahui detil kerjaan yang dilakukan oleh Haikal. Haikal adalah anak ketiga dari lima bersaudara dan merupakan anak satu-satunya anak yang tinggal bersama ayah dan ibunya di perumahan tersebut.

Haikal dikabarkan telah meretas dan mengambil serta menjual jatah deposito tiket pesawat pada server Citilink Indonesia. Pihak Citilink juga mengalami kerugian sebesar Rp 1.973.784.434 karena ada sejumlah orang yang membeli tiket dari sindikat peretas tersebut melakukan pembatalan dan refund. Dalam melakukan aksinya, Haikal dibantu oleh tiga anak buahnya yakni MKU (19 th), AI (20 th) dan NTM (27 th). Ketiganya hanya lulusan sekolah menengah atas dan telah ditangkap terlebih dahulu di Balikpapan.