Sebelum Membully Korban di Thamrin City, Pelaku Membohongi Orang Tuanya

Jalaon.com – Sembilan siswa SD dan SMP yang melakukan aksi penganiayaan terhadap korban siswi yang masih duduk di bangku kelas 6 SD sempat membohongi orang tuanya sebelum keluar rumah untuk melakukan aksi bullying kepada korban.

Para pelaku bullying tersebut berpamitan kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah melakukan kegiatan ekstra kurikuler agar diijinkan keluar rumah, sementara para pelaku menuju ke Thamrin City untuk melancarkan aksinya membully korban. Hal ini diungkapkan oleh Wakapolsek Metro Tanah Abang Kompol Eko Prasetyo.

“Sebagian besar dari mereka mengaku kepada orangtuanya saat itu sedang mengikuti kegiatan ekskul,” terang Eko di Mapolsek Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2017).

Korban dan para pelaku tersebut diketahui merupakan satu teman permainan, mereka mengaku membentuk geng yang diberikan nama Brother of Santay (BOS). Dalam geng tersebut mereka membuat suatu peraturan Рperaturan tertentu yang harus dipatuhi.

“Mereka (pelaku dan korban) membentuk kelompok yang kita sebut geng bermain. Mereka juga menerapkan etika-etika sendiri yang berlaku di geng tersebut,” jelas Eko.

Sementara itu, Eko mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian masih belum bisa membeberkan motif yang sesungguhnya terhadap penganiayaan yang dilakukan oleh gerombolan siswa SD dan SMP tersebut karena masih akan dijadikan sebagai materi penyidikan yang akan dilangsungkan melalui proses persidangan.

Beberapa waktu yang lalu media sosial sempat dihebohkan dengan video viral yang berisikan penganiayaan atau bullying yang dilakukan oleh segerombolan siswa siswi SD dan SMP kepada korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Pelaku menjambak rambut korban secara brutal hingga kepala korban terombang ambing.

Setelah melakukan penganiayaan, beberapa pelaku kemudian memaksa korban untuk mencium kaki dan tangan dari beberapa pelaku yang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here