Published On: Ming, Mei 28th, 2017

Situasi Konflik Rumit Di Filipina, 10 WNI Minta Pulang

filipina

Image From : Merdeka.com

Jalaon.com – Sebanyak 10 warga negara Indonesia sedang melakukan Khuruj, atau meninggalkan rumah untuk ibadah dan dakwah di masjid selama 40 hari ke Kota Marawi, Filipina. Tetapi minta dipulangkan. Sebab, saat ini situasi di Marawi masih mencekam pasca serangan dilakukan militan Maute berbaiat ke Negara Islam Irak dan Syam (ISIS).

Dikutip Merdeka.com Konsulat Jenderal RI di Davao terus mengontak Kepolisian Provinsi Lanao del Sur untuk memberi perlindungan bagi mereka.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, lewat pesan singkat menyebutkan KJRI Davao sudah menyiapkan rencana evakuasi jika para WNI itu ingin kembali ke Indonesia.

Kesepuluh WNI tersebut dikabarkan saat ini dalam keadaan baik dan aman.

Pemerintah Filipina menyebutkan akibat serangan militan, sekitar 19 warga sipil di Marawi tewas. Wilayah di selatan Filipina itu mayoritas penduduknya Muslim, dengan populasi 200 ribu jiwa.

Kekerasan di wilayah itu dimulai ketika puluhan orang bersenjata mengamuk di Marawi usai tentara Filipina berusaha menangkap Isnilon Hapilon. Dia seorang veteran militan Filipina dianggap sebagai pemimpin ISIS lokal. Para militan mengibarkan bendera ISIS, menculik seorang pastor dan menyandera 14 orang dari sebuah gereja sebelum membakar bangunan tersebut.

Akibat insiden ini, 13 tentara, dua polisi dan 51 militan tewas, ditambah 19 warga sipil juga ikut meregang nyawa.