Soal Bom Samarinda, Begini Reaksi Presiden Jokowi

ini-tanggapan-presiden-jokowi-atas-bom-samarinda

Jalaon.com – Ledakan yang diduga terjadi di Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek di Samarinda Timur. Ledakan terjadi di saat jemaat Gereja Oikumene yang terletak di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan itu tengah beribadah di hari Minggu (13/11/2016). Diperkirakan ledakan terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.

Presiden Jokowi langsung meminta untuk mengusut pelakunya hingga sampai tuntas. Setelah diusut dan ditelusuri ternyata pelaku  pengeboman di Samarinda Timur bukan orang baru dalam peledakan. Dikutip dari tempo jika pelaku bernama Joh alias Juhanda alias Jo bin Muhammad.

“Pelaku sudah ditangkap. Percayakan kepada penegak hukum untuk menangkap jaringannya ungkap Jenderal Tito Karnavian.

Juhanda merupakan anggota kelompok pelaku teror bom buku yang dipimpin Pepi Fernando. Kelompok ini melakukan aksi-aksi mereka pada Maret 2011. Pepi Fernando divonis hukuman penjara 18 tahun pada awal Maret 2012.

Tak diketahui apa aktivitas Juhana setelah dibebaskan dari penjara pada 28 Juli 2014. Belakangan Juhana tinggal di sebuah masjid di Kelurahan Sengkotek, di sekitar  Gereja Oikumene.

Juhana juga bergabung dengan kelompok Jemaah Ansyarut Tauhid (JAT) yang didirikan Abubakar Baasyir, terpidana kasus terorisme yang sudah berbaiat kepada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ketika dia mendekam di Nusakambangan. Pada 16 April 2016, pemilik Pesantren Ngruki, Sukoharjo, itu dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. “Kami akan kembangkan penyidikannya,” ucap Tito.

Penangkapan ini merupakan ujung dari temuan bahan peledak dan sisa rangkaian bom di halaman belakang rumah kontrakan kediaman tersangka Muhammad Fadil di Jalan Panglaten, Merduati, Banda Aceh, Selasa lalu, sekitar pukul 20.30 WIB.

Salah satu yang ditangkap adalah Juhanda, kelahiran Bogor, dengan alamat KTP di Perumahan Citra Kasih Blok E Nomor 030, Neohon, Kelurahan Masjid Raya, Kabupayen Aceh Besar, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Lima lainnya adalah Mzki, 35 tahun, warga Merduati; M. FSAL MAT (33), warga Aceh Tamiang; M. Nsr. SYR (30), warga Lhokseumawe; MAHdN (24), warga Lhokseumawe; dan T. Zul (35), kelahiran Pekanbaru. Menurut Iskandar, T. Zul masuk daftar pencarian orang Densus 88.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here