Published On: Jum, Agu 26th, 2016

Tak Boleh Menahan Kencing, Benarkah?

Jalaon.com – Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini anggapan umum yang kita sepakati adalah tidak boleh menahan kencing, benar? Namun, pada dasarnya ketika seseorang kebelet buang air kecil bukan berarti dia tidak boleh sama sekali menahannya dan sesegera mungkin ke toilet untuk buang air kecil.

Seperti yang diutarakan oleh dr Boyke Soebhali SpU, bahwa banyak pesan yang tersebar di masyarakat bahwa menahan kencing itu tidak boleh. dr. Boyke ini kerap menemui pasien yang mengeluh terlalu sering kencing, bahkan jaraknya untuk kencing relatif cepat.

Setelah diperiksa dan konsultasi dengan dr. Boy, ternyata pasien sama sekali tidak mau menahan kencing. Menurut dr. Boy bahwa untuk tidak menahan kencing sama sekali itu tidak sepenuhnya benar.

“Kalau menahan kencing 12 jam memang nggak boleh, Tapi jika kurang dari 2 jam terasa mau kencing lagi, terus dituruti, ya nggak benar juga,” jelas dr. Boy

Advice yang diyakini masyarakat ini keliru menurut dia, karena rasa takut akan resiko timbulnya penyakit yang akan dialami pasien, maka banyak pasien yang tidak mau menahan kencing sama sekali.

Dokter yang praktik di RSU A. Wahab Sjahranie Samarinda ini menekankan, bahwa jika orang setelah kencing lalu belum sampai 2 jam ia sudah ingin kencing lagi, sebaiknya ditahan dan tidak perlu dituruti. Menurut dr. Boy pada prinsipnya, tidak harus ketika kebelet kencing lalu sesegera mungkin ke toilet untuk buang air.

“Produksi urine manusia sekitar 1 cc per kg berat badan per jam. Misalnya saja berat seseorang 60 kg, maka dalam 1 jam dia menghasilkan 60 cc urine. Nah, kapasitas kandung kemih manusia sekitar 400 sampai 600 cc. Berarti perlu waktu sekitar 8 s/d 10 jam agar kandung kemih itu penuh,” jelas dr Boy.

Maka kesimpulan dari dr. Boyke adalah tidak benar jika tidak boleh menahan rasa ingin kencing, kalimatnya pun tak lengkap menurutnya. Dan yang benar adalah, tida boleh menahan kencing selama melebihi batas kandung kemih.

Jika hal itu dilakukan, maka akan terjadi resiko penyakit batu empedu dan infeksi saluran kencing. Karena jika urine penuh dan tidak segera dibuang, maka akan jadi sarana yang baik untuk pertumbuhan kuman.