Taksi Konvensional Dinilai Kurang Mengikuti Perkembangan Pasar

d

Jalaon.com – Belakangan ini seringkali terjadi polemik antara taksi konvensional dan taksi online atau ride sharing. Banyak para pengemudi dan pengusaha taksi konvensional melakukan aksi demo menolak adanya taksi online, karena dirasa penumpang taksi konvensional menjadi berkurang yang berimbas kepada pendapatan.

Karena hal itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana akan mengatur ulang tarif taksi online dengan ditentukan berdasarkan batas bawah dan atas mulai 1 April 2017 mendatang.

Terkait rencana pengaturan ulang tarif tersebut, banyak pihak yang tidak setuju. Karena masyarakat menilai jika tarif taksi online diatur ulang, bisa jadi akan menjadi lebih mahal. Pasalnya selama ini masyarakat lebih memilih taksi online karena tarifnya jauh lebih murah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati menilai bahwa perusahaan taksi online tersebut bisa menawarkan tarif yang terjangkau karena inovasinya dan kreatifitas dari pengusaha taksi online tersebut. Karena era saat ini adalah era digital atau online.

“Mengapa tarif taksi online rendah atau dianggap lebih murah? Ya karena mereka berinovasi. Jadi, penghasilan mereka yang di online, misalnya bisa ditutup dari iklan, dari operator komunikasi, atau mana-mana, nah itu bagian dari kreativitas si pengusaha,” kata Enny, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Enny juga menuturkan bahwa pengusaha taksi konvensional tersebut dirasa kurang mengikuti perkembangan budaya masyarakat dan juga perkembangan pasar saat ini.

Enny pun menilai, jika pengusaha taksi konvensional tidak dapat mengikuti perkembangan di era digital saat ini, semakin lama akan semakin tersingkir.

“Mestinya yang tradisional itu yang mengikuti. Dan pasti arahnya itu akan ke sana. Jadi bagaimana pun, kebiasaan masyarakat sudah sangat aware terhadap teknologi. Kalau dibiarkan dengan mekanisme pasar, yang tradisional atau yang terbelakang itu akan tersingkir (bila tidak berinovasi). Karena nanti yang menang adalah yang memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutur Enny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here