Tebusan Amnesti Pajak Capai Rp8,5 Triliun Per 10 September

 

sdrtv

Jalaon.com – Uang tebusan dari hasil program pengampunan pajak per tanggal 10 September 2016 sudah tercapai Rp8,5 triliun dari yang ditargetkan sebesar Rp165 triliun pada akhir periode 31 Maret 2017 atau mencapai progres 5,2 persen dari target.

Berdasarkan data statistik DJP, untuk dana wajib pajak yang kembali ke Indonesia dari luar negeri atau dana repatriasi sebesar Rp18,6 triliun. Dana repatriasi tersebut masih jauh dari yang ditargetkan pemerintah, yakni Rp1.000 triliun.

Sementara itu, partisipasi program amnesti pajak paling banyak didapat dari wajib pajak orang pribadi non-UMKM sebesar Rp7,17 triliun, badan non-UMKM Rp911 miliar, orang pribadi UMKM Rp430 miliar, dan wajib pajak badan UMKM Rp15,8 miliar, dan total surat pernyataan harta (SPH) yang sudah terdaftar dalam program pengampunan pajak mencapai 47.860 SPH dengan total harta mencapai Rp374,3 triliun.

Dalam periode 1-10 September 2016, data statistik DJP menunjukkan deklarasi harta di luar negeri tercatat sudah tiga kali lipat dari pencapaian deklarasi luar negeri di bulan Agustus, yaitu sebesar Rp60,4 triliun berbanding Rp20,6 triliun. Sementara itu dana repatriasi dan deklarasi harta luar negeri hampir mencapai perolehan yang sama pada bulan Agustus.

Para pengamat ekonomi memperkirakan bahwa puncak partisipasi wajib pajak pada program Tax Amnesty tersebut ada pada bulan September, dimana batas akhir uang tebusan sebesar 2 persen.

Berbeda lagi dengan perkiraan dari Bank Indonesia, Bank Sentral ini memperkirakan penerimaan uang tebusan program tax amnesty secara keseluruhan kemungkinan hanya akan terkumpul Rp21 triliun yang terbagi dari penerimaan Rp18 triliun di tahun 2016 dan Rp3 triliun pada tahun 2017.

Bank Indonesia memprediksikan dana repatriasi yang berhasil tercapai secara keseluruhan hanya sebesar Rp180 triliun atau jauh dari target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp1.000 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here