Published On: Rab, Okt 26th, 2016

Terduga Teroris di Madiun Berperan Menyimpan Logistik Aksi Teror

sdedeea

Jalaon.com Gatot Witoyo (GW) alias Sabarno terduga teroris yang ditangkap Detasemen 88 Antiteror Polri di Magetan, Jawa Timur ternyata sudah tiga tahun masuk DPO. Dia diketahui memiliki hubungan dengan terduga teroris Choirul Amin alias Bravo Klaten, jaringan teroris Neo-Jamaah Islamiyah yang juga merupakan pejabat teras.

“Masuk DPO berdasarkan hasil pengembangan penyidikan kasus yang lama, kemudian memunculkan nama yang bersangkutan,” ungkap Boy di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/10/2016).

Boy menerangkan bahwa GW dulunya berperan sebagai anggota di Divisi Pengamanan Logistik, Penyimpanan Logistik, dan Pengamanan Giat Kelompok JI.

“Yang bersangkutan penyimpan logistik. DPO berkaitan adanya kegiatan penyimpanan logistik yang mendukung aksi teror seputar Jawa Tengah dan Jawa Timur,” jelas Boy.

GW diduga terlibat dalam beberapa jaringan kelompok teroris yang sebelumnya ditangani oleh tim Densus 88. Selama tiga tahun belakangan ini, GW hidup berpindah-pindah, baru setelah tiga bulan dalam pencarian, akhirnya pada Selasa pagi, GW berhasil ditangkap di rumahnya di Jalan Hasanudin Nomor 20 RT 4 RW 5 Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Sementara itu, Boy menjelaskan bahwa GW tidak terlibat dalam kasus bom Thamrin. Dan ia juga tidak ada kaitannya dengan jaringan ISIS di Indonesia. Namun jaringan Neo-Jamaah Islamiyah tersebut diyakini polisi lebih berbahaya dibandingkan jaringan ISIS, karena mereka lebih lengkap persenjataannya.