Published On: Kam, Jul 13th, 2017

Ternyata, Bersepeda Beresiko Alami Gangguan Kewanitaan

Jalaon.com – Salah satu olahraga yang cukup menyenangkan dan tidak membosankan adalah bersepeda, selain itu olahraga ini juga dapat melatih otot kaki sehingga dapat membantu memperbaiki perkembangan masa tulang bagi yang masih berusia produktif.

Seperti dikutip Self, Kamis (13/7/2017), ada seorang ahli bedah plastik yang bernama Andrew Elkwood, MD mengatakan bahwa bersepeda cukup beresiko bagi wanita karena dapat memberikan efek buruk bagi daerah kewanitaan.

“Saat bersepeda, saraf pudendal (saraf utama di panggul) akan memberikan sensasi tertentu di sepanjang tulang selangkangan. Jika tekanan terjadi terus-menerus, maka saraf menjadi terkompresi. Dengan kata lain vagina menjadi kesemutan atau lelah,” katanya, Kamis (13/7/2017).

Andrew juga menjelaskan bahwa wanita yang sering bersepeda jarak jauh akan memberikan dampak buruk bagi kualitas seks karena terjadinya nyeri saraf akibat dari tekanan pelana sepeda terhadap area kewanitaan.

Sementara itu, Andrew juga memberikan solusi kepada wanita yang suka melakukan kegiatan bersepeda agar dapat terhindar dari resiko tersebut. Dengan mengatur posisi pelana sepeda berada sedikit dibawah stang, maka tekanan kepada area vagina akan menjadi lebih ringan sehingga tidak menyebabkan nyeri saraf.

“Kebanyakan posisi stang lebih rendah dari pelana sehingga pesepeda terlalu membungkuk dan mempengaruhi tekanan saraf. Intinya, kursi tidak boleh menekan saraf pudendal dan buat sepeda senyaman mungkin,” paparnya.