Terpilihnya Donald Trump Sebagai Presiden AS, Memicu Harga Minyak Menguat

mgjdg

Jalaon.com – Harga minyak dunia menguat ke level tertinggi di tengah perdagangan yang bergejolak. Penguatan terjadi usai Donald Trump memperoleh keunggulan suara dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2016.

Sebelumnya, harga minyak AS naik hampir dua persen pada sesi sebelumnya setelah Biro Investigasi Federal AS (FBI) membebaskan lagi calon presiden Demokrat Hillary Clinton atas penggunaan server pribadi, mengurangi kekhawatiran pasar atas ketidakstabilan perekonomian jika saingannya dari Partai Republik Donald Trump akan terpilih.

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman pada bulan Desember mengalami kenaikan sebesar 29 sen, atau 0,6 persen menjadi US$ 45,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga minyak itu menyentuh level tertinggi sejak 2 November 2016. Kemudian, harga minyak Brent untuk pengiriman Januari mengalami kenaikan 32 sen atau 0,7 persen menjadi US$ 46,36 per barel.

Tim Evans, Chief Market Strategist Long Leaf Trading Group mengatakan bahwa Trump tidak akan ke gedung putih hingga bulan Januari 2017 nanti. Kemudian pada saat itu publik akan mengetahui langkah dan kebijakan apa yang dibuat oleh Trump setelah ia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.

“Pasar pun akan fokus terhadap usaha untuk menyeimbangkan pasokan yang dilakukan oleh OPEC. Pertemuan OPEC akan dilakukan secepatnya,” jelas Evans.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here