Published On: Sel, Sep 6th, 2016

Terungkap, Gen Pengaruhi Kenaikan Berat Badan

Jalaon.com – Apakah kamu sering merasa gemukan padahal berat badan tidak naik sedikitpun? Bila jawabannya benar maka gen turunan dari orangtua wajib disalahkan, demikian hasil penelitian terbaru. Kok bisa?

Gen ternyata mempengaruhi munculnya perasaan negatif pada diri sendiri soal berat badan. Biasanya itu sering dialami gadis remaja seperti dilansir laman Boldsky, Senin (05/09/2016).

“Studi ini pertama kali menunjukkan bahwa gen dapat mempengaruhi perasaan seseorang soal berat badannya,” ungkap pemimpin studi Robbee Wedow dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat.

“Dan kami temukan efeknya lebih kuat pada wanita ketimbang pria,” lanjutnya.

Penelitian mengukur heritabilitas status berat badan subjektif, yang mana mengindikasi variasi proporsi sifat yang diberikan antara gen dan lingkungan.

Jarak estimasi heritabilitas mulai dari nol ke satu, dimana nol mengindikasikan bahwa genetik tidak memberi pengaruh apapun, sedangkan satu mengindikasikan bahwa genetik turut mempengaruhi.

Hasil studi kemudian dirilis online dalam jurnal Social Science & Medicine, yang menunjukkan bahwa status berat badan dirasakan adalah 0.47 dapat diturunkan.

“Estimasi heritabilitas memberikan kami bukti pertama bahwa identitas berat badan mungkin memiliki pengaruh genetik,” ungkap Wedow.

Dalam studi tersebut, tim menggunakan data “National Longitudinal Study of Adolescent to Adult Health” yang memiliki sampel lebih dari 20,000 remaja ke masa remaja, termasuk ratusan remaja kembar yang pertama kali ditanyai perihal kesehatan pada tahun 1994.

Semua partisipan dalam studi nasional itu kemudian di sample ulang selama empat interview berikutnya di rumah yang berjalan hingga 2008.

Studi baru sangat penting karena peneliti berulangkali menunjukkan bahwa penaksiran kesehatan adalah prediktor kuat mortalitas remaja.

“Persepsi sendiri tentang kesehatan pria atau wanita adalah ukuran standar yang bagus, itu memprediksi mortalitas lebih baik daripada lainnya,” ungkap Jason Boardman dari University of Colorado Boulder.

“Mereka yang kurang fleksibel dalam menaksir perubahan kesehatan dari waktu ke waktu mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan dan menjaga kesehatannya,” tambahnya.

Penelitian menekankan bahwa ketika ada koneksi genetik menuju perilaku manusia tertentu, lingkungan sosial dan pilihan pribadi akan selalu memainkan peran penting dalam membentuk hasil akhir.