Published On: Sen, Okt 17th, 2016

TPF Kasus Munir Pernah Direkomendasikan Mandat yang Lebih Kuat Lagi

Jalaon.com – Sejumlah rekomendasi sudah diberikan oleh Tim Pencari Fakta (TPF) terkait dengan kasus pembunuhan Munir Saib Thalib. Menurut Hendardi, sejumlah rekomendasi di antaranya supaya presiden segera membuat sebuah tim baru dengan mandat dan kewenangan yang lebih kuat lagi.

tpf-kasus-munir-pernah-rekomendasikan-mandat-yang-lebih-kuat-e1w7iqjujx

Hendardi menjelaskan pada hari Senin (17/10/2016) bahwa, Salah satu rekomendasinya adalah membuat tim baru dengan mandat dan kewenangan yang lebih kuat dan back-up an politik dari presiden agar menindaklanjuti dan mengembangkan temuan-temuan TPF.

Kemudian, rekomendasi TPF terhambat karena keterbatasan mandat dan kewenangan ketika mengusut tewasnya Munir. Hendardi member contoh, agar melakukan pemeriksaan saksi-saksi utamanya dari Badan Intelijen Negara (BIN), seperti, pihaknya tidak memiliki bukti kuat.

Ia mengatakan ada juga sejumlah mantan pejabat yang tidak hadir memenuhi panggilan TPF dan juga akses dengan dokumen yang ada.

Ia juga menjelaskan pemeriksaan  kepada aparat BIN saat itu baru dapat dilakukan ketika masa perpanjangan waktu yang diberikan kepada TPF. Tapi, pemeriksaan hanya dapat dilakukan di kantor BIN.

“Dan ternyata itu juga tidak seluruh aparat yang dapat diperiksa dan pemeriksaan hanya dapat dilakukan di kan

tor BIN,” ungkapnya.

Hendardi meminta kepada pemerintahan Jokowi supaya mengikuti sejumlah rekomendasi yang diberikan oleh TPF di masa yang lalu. Mengingat pada masa pemerintahan yang lalu belum ada tindak lanjut.

Munir wafat pada 7 September 2004 dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda di Pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G untuk melanjutkan studi di Universitas Utrecht. Dia terbunuh oleh pilot Garuda, Pollycarpus Budhari Priyanto. TPF dibetuk di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan menghasilkan rekomendasi pada 23 Juni 2005.