Published On: Rab, Nov 30th, 2016

Unik, Gadis Ini Tidur 22 Jam Per Hari Seperti Putri Tidur

tidur-lama

Jalaon.com – Beth Goodier (22), perempuan cantik asal Inggris ini memiliki kehidupan layaknya cerita dongeng Putri Tidur. Ia memiliki kelainan Kleine Levin Syndrome (KLS) atau yang lebih dikenal dengan Sleeping Beauty Syndrome. Kondisi tersebut membuatnya tertidur dalam waktu cukup lama dan kehilangan kehidupan sosial.

Dilansir dari Daily Mail Kelainan ini terlihat sejak November 2011. Saat itu Beth berulang tahun ke-17, bukannya berpesta untuk merayakan, ia malah tertidur selama 22 jam. Beth terbangun hanya untuk makan, minum dan ke toilet, lalu kemudian tertidur lagi. Hal ini terus menerus terjadi selama 6 bulan berikutnya.

Janine, ibunda Beth, mengatakan bahwa selama lima tahun terakhir 75 persen keseharian putrinya dihabiskan untuk tidur. Beth menghabiskan hidupnya di tempat tidur atau sofa dengan memakai piyama.
Sesekali Beth terbangun saat orangtuanya akan membawa ke dokter. Namun, itu pun harus dengan kursi roda karena Beth tidak dapat berjalan terlalu lama.

” Keadaan ini berlangsung siang maupun malam. Jika sedang terbangun, Beth harus cepat menjalankan kehidupannya lagi, seperti mengejar ketertinggalannya di sekolah atau bermain bersama teman-teman. Tidak ada yang tahu kapan Beth akan tertidur lagi,” tutur Janine.

Janine menambahkan, biasanya Beth memiliki waktu setidaknya dua minggu, sebelum akhirnya ia tertidur lagi. Beth pertama kali merasakan lelah yang amat sangat ketika berusia 16 tahun. Kala itu, Janine mengganggap sebagai seuatu yang normal dialami remaja.

Namun, suatu malam, Beth tertidur di sofa dan tidak bangun lagi. Bahkan ketika Janine mencoba membangunkannya, Beth hanya mengoceh seperti anak berusia 5 tahun.
Janine pun segera membawa Beth ke rumah sakit karena mengira putrinya mengidap tumorotak atau pendarahan.

Setelah diperiksa, hasilnya tidak menunjukkan demikian.
Sebelum dinyatakan mengidap Sleeping Beauty Syndrome, kondisi Beth sempat membuat dokter dan staf rumah sakit kebingungan karena kondisi ini tergolong langka.