Wakil Ketua MPR : Ulama Aceh Berkontribusi Jaga Keutuhan NKRI

asxd

Jalaon.com – Hidayat Nur Wahid selaku Wakil Ketua MPR mengingatkan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari dulu hingga kini adalah buah kontribusi dan pengorbanan berbagai kelompok masyarakat. Tak terkecuali masyarakat dan ulama di Provinsi Aceh.

Hidayat Nur Wahid mengungkapkan bahwa  muncul seorang ulama Aceh yang berkontribusi dalam pembahasan soal dasar dan ideologi negara. Ulama asa Aceh tersebut adalah Teuku Muhammad Hasan.

Ulama Teuku Muhammad Hasan merupakan perwakilan dari Indonesia bagian barat. Ia terlibat dalam proses mematangkan dasar dan ideologi pancasila. Ulama tersebut juga merupakan seorang tokoh yang ikut serta memberikan persetujuan dihapusnya tujuh kata dalam Piagam Jakarta sehingga menjadi Pancasila.

Piagam Jakarta atau Jakarta Charter tersebut dicatatkan oleh sejarah nasional sebagai dokumen historis kompromi antara umat islam dan pihak kebangsaan di BPUPKI yang diabadikan pada 22 Juni 1945. Hal tersebut juga melibatkan beberapa tokoh, antara lain Soekarno, Mohammad Hatta, AA Maramis, Abikoesno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Subardjo, KH Wachid Hasjim. dan Muhammad Yamin.

Jakarta Charter menuliskan kalimat susunan dasar negara di bagian pertama yaitu “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Setelah itu BPUPKI memperoleh kesepakatan dari hasil rapat 14 hingga 16 Juli 1945 untuk menghapus tujuh kata yaitu “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” yang diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, dimana kalimat tersebut menjadi sila pertama dalam Pancasila.

Penghapusan tujuh kata tersebut dimaksudkan untuk menuai cita – cita reklamasi bangsa Indonesia meskipun hal tersebut adalah pengorbanan bagi umat muslim, karena Indonesia bagian timur rata – rata adalah non muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here