Published On: Kam, Agu 18th, 2016

Yuk, Tiru Cara Bijak Atlet Olimpiade Hadapi Stres

Walaupun dari segi fisik para atlet Olimpiade terlihat sehat, segar dan bugar, jangan kira bahwa mereka juga tidak mengalami stres. Para atlet pun juga mengalami stres, terlebih lagi dalam menghadapi Olimpiade Rio 2016 dimana mereka harus dituntut untuk melakukan yang terbaik dan dituntut untuk mendapatkan medali perak atau emas.

Dalam menghadapi tuntutan – tuntutan tersebut, pastilah para atlet tertekan dan stres. Masing-masing atlet Olimpiade tentu memiliki cara tersendiri menurunkan stres, mulai dari mengubah perspektif hingga terapi bekam. Berikut selengkapnya seperti dikutip lamanBustle, Rabu (17/8/2016).

 

1. Mengubah perspektif

Dalam sebuah wawancara dengan Health Magazine, perenang Missy Franklin, mengubah perspektif akan kompetisi tersebut. “Saya mulai berpikir bahwa hal-hal ini tidak akan mengubah hidup saya,” kata Franklin.

Benar kata Franklin, menang atau kalah, setelah Olimpiade selesai tetaplah dirinya sendiri.

 

2. Tetapkan tujuan

Saat menghadapi segala tekanan dan tuntutan, berfokus pada tujuan adalah solusinya. “Sejak saya kecil, saya terbiasa menuliskan tujuan dan bekerja keras meraihnya. Dan hal itu jadi lebih mudah bagiku,” kata perenang Katie Ledecky.

 

3. Tarik napas

Atlet yang satu ini memilih cara pernafasan untuk bisa menghadapi stres. Pesenam Aly Raisman mengatakan dengan menarik napas, tetap tenang, dan tetap positif akan membuatnya tetap percaya diri di kala gugup mendera.

 

4. Pengobatan alternatif

Teknik bekam kering alis kop menjadi bahan perbincangan pada Olimpiade Rio 2016. Perenang andal seperti Michael Phelps pun memanfaatkan teknik terapi asal Tiongkok ini. Ia meyakini teknik bekam membuat tubuhnya jadi lebih pulih sehingga performanya lebih baik.