Makan Durian Terlalu Banyak, Supir Angkot Meninggal Di Tangerang

Jalaon.com – Seorang pengemudi angkot, yang diidentifikasi bernama Adie yang berusia 53 tahun, ditemukan tewas di dalam kendaraannya di Kabupaten Tangerang pada hari Sabtu, polisi meyakini kematiannya mungkin disebabkan oleh makan durian yang berlebihan.

Polisi mengatakan mereka tidak menemukan bukti janggal di balik kematian Adie. Menurut saksi yang mereka wawancarai, Adie makan terlalu banyak biji durian pada malam sebelum kematiannya.

“Diyakini korban meninggal karena tekanan darah tinggi. Dengan memakan durian, itu menyebabkan pembuluh darahnya pecah dan darah keluar dari hidungnya, ”kata Unit Investigasi Kejahatan Polisi Tangerang Selatan Alexander Yuriko.

Alexander menambahkan bahwa keluarga korban mengatakan Adie memiliki riwayat hipertensi. Namun, mereka menolak untuk membiarkan pihak berwenang melakukan otopsi terhadapnya .

Sementara penjelasan polisi tentang kematian Adie dapat menimbulkan pertanyaan, tanpa otopsi penyebab sebenarnya kematiannya, dan kesalahan durian dalam kematiannya, akan tetap tidak diketahui.

Ada kepercayaan luas di Indonesia bahwa makan durian dapat memperburuk tekanan darah tinggi sehingga harus dimakan dalam jumlah sedang. Namun, para ahli gizi di Indonesia mengatakan bahwa durian sebenarnya mengandung lemak tak jenuh tunggal sehat yang dapat membantu menormalkan tekanan darah.

Karena itu, tidak ada bukti konklusif yang membuktikan atau menyangkal hubungan antara durian dan tekanan darah tinggi, karena buah mungkin memiliki efek berbeda pada orang yang berbeda, jadi disarankan untuk memakannya dalam jumlah sedang.

Jakarta dan kota-kota satelitnya, termasuk Tangerang, saat ini berada di tengah musim durian. Laporan mengatakan bahwa penjual di ibukota dapat menjual satu durian yang bersumber secara lokal dengan harga di bawah Rp50 ribu, yang merupakan sekitar setengah dari harga reguler di waktu lain dalam setahun.